viernes, diciembre 23, 2005

Hidupku Sudah 'Hidup'

eujean's side

Sejak kapan ya gw mulai menyadari kalau hidup ini ada artinya? (bukan berarti sebelumnya gw beranggapan kalau hidup ini bener-bener kosong, sampai rasanya lebih baik bunuh diri. Tapi merasakan kalau hidup ini bener-bener 'hidup', bukan dunia monoton, teratur, dan polos yang sebelumnya terus gw hadapin setiap hari)
Mari kita lihat... hmm, apa sejak gw menyadari yang namanya mencet ayam kecil yang bahkan blum ngerti caranya nyari makan sampai mati dan mengeluarkan segala isi perutnya? Gw baru merasa menyesal dan kasihan sama ayam itu akhir-akhir ini sejak temen gw terus-terusan mengingatkan gw akan hal itu. Atau sejak gw menyadari yang namanya curhatan sama guling itu gak bisa dibilang kurang dari yang namanya 'agak gak waras'? Atau mungkin juga sejak gw menyadari berapa banyaknya ulangan yang sampai ditangan gw dengan coretan nilai yang buat mata sakit karena warna merah noraknya setelah sebelumnya terus diiringi dengan ucapan 'ah, kapan-kapan masih bisa dibenerin ini...'. Tapi 'kapan' nya itu yang gak pernah ketauan waktu tepatnya, karna gak kunjung datang juga. Atau mungkin sejak banyaknya masalah yang terus datang dan semakin membesar dan membesar lagi hingga rasanya hidup ini benar-benar terasa blacked out dan memaksa hati kecil gw berteriak 'sudah, jangan ada lagi! Aku benar-benar sudah gak tahan!', tapi gw masih dengan santainya bilang 'hal itu sama sekali gak mengganggu gw kok'?

Hidup ini bukan sekedar dunia yang kita atur buat masa depan. Hidup ini bukan juga sesuatu yang bisa dengan gampangnya kita hadapi dan berpikir kalau semuanya pasti akan baik-baik aja, lalu mengacuhkan segala sesuatu yang sebenarnya berjalan merayap membuntuti dibelakang kita, entah itu berdampak positif ataupun negatif. Kehidupan ini punya pikiran dan otaknya sendiri yang rasanya mungkin impossible buat ditangani kalau kita udah melihat apa dunia itu sebenarnya. Malah bikin kita jadi kecil, mungil, gak berarti dan pengen balik lagi ke masa kecil dimana orang tua kita masih dengan teguhnya melindungi kita, tepat ketika sedetik sebelumnya kita berkata 'saya sudah dewasa dan siap menghadapi kehidupan!'. Hidup itu ibarat naga putih raksasa yang umurnya hampir seumur bumi dan harus kita taklukan melalui seringaian meremehkan dan tawa merendahkannya sambil berkata 'yang kamu tahu tentang dunia itu tidak lebih besar dari sebutir pasir!'. Hidup itu bisa dibilang suatu perlombaan. Perlombaan dimana ketika kita menjadi pemenang, akan ada rangkaian perlombaan lainnya dan yang lainnya, dan yang lainnya, dan terus begitu, gak akan pernah berhenti sampai napasmu direnggut. Iya, benar, hidup itu sulit. Hidup itu sukar. Bahkan ada yang bilang hidup itu kutukan. Gak ada satupun benda bernyawa dialam semesta ini yang gak akan menghadapi 'dunia' yang sebenarnya. Dan tepat ketika mereka melihat, merasakan, bahkan meraba rasanya 'dunia' itu, mereka akan dengan cepatnya berlari (ya, termasuk bagi mereka yang gak suka berlari) masuk kembali ke dekapan nyaman perlindungan mereka. Tapi, ada juga yang tetap dengan teguh berjalan, sedikit demi sedikit, dengan sabar meniti 'dunia' itu walaupun harus dengan merangkak dan mengambil secuil arti kehidupan setiap harinya, hingga akhirnya ketika mereka berhadapan dengan naga putih raksasa, mereka dapat balas menjawab 'setidaknya saya terus berusaha berjalan kedepan dan mengumpulkan potongan-potongan perca kehidupan yang saya percaya suatu saat dapat menjadi satu bahan pakaian yang satu dan solid!'

Jadi, mulai kapan gw menyadari kalau dunia itu ada artinya, ada tujuannya, bukan sekedar menjalani rutinitas belaka? Mungkin sejak yang namanya hati mulai bicara dan menunjukkan sedikit demi sedikit artinya dunia dalam hidup gw. Sejak hati itu membawa banyak hal yang sebelumnya gak gw tahu dan kadang terlalu mengejutkan buat ditelusuri dan dimengerti. Sejak hati yang semula berbentuk batu liat, polos gak berarti, mulai ditumbuhi bunga yang beraneka warna. Saat-saat dimana gw merasa lebih hidup karena akhirnya ada sesuatu yang gak bisa dideskripisikan dengan kata-kata tapi terasa hangat, enak, nyaman dan menyenangkan didalam sini...

Kau akan menyadari ketika meneliti kembali hidupmu, bahwa saat-saat dimana kau benar-benar hidup, adalah saat-saat ketika kau telah melakukan sesuatu dalam semangat cinta. (Henry Drummond)